Sabtu, 29 Desember 2012

perubahan sosial budaya


PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT

Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagaisuatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karenaperubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisipenduduk, ideologi,ataupun karena adanya penemuan-penemuanbaru di dalam masyarakat.Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjukpada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupanmanusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebabintern atau sebab-sebab ekstern.Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalahsegala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalamsuatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasukdi dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompokkelompokdalam masyarakat.Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwaperubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosialdan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu kekeadaan yang lain.Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budayadan PenyebabnyaPerubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.

1)      Perubahan Lambat dan Perubahan CepatPerubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahantersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalammenyesuaikan diri dengankeadaan lingkungan dankondisi-kondisi baru yang timbul sejalan denganpertumbuhan masyarakat.
Contoh perubahan evolusi adalah perubahanpada struktur masyarakat. Suatu masyarakat padamasa
tertentu bentuknya sangat sederhana, namunkarena masyarakatmengalamiperkembangan, maka bentuk yangsederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks.
Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahansosial mengenai unsur-unsurkehidupan atau lembaga-lembagakemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkaliperubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangandalam masyarakat,ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindaribahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan.Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu.
Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi.
a.        Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b.      Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang
mampu memimpin masyarakat tersebut.
c.       Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan
revolusi.Charles Darwin (1809 - 1882),adalah seorang ilmuwan Inggrisyang mencetuskan teori evolusimodern dengan konsepnyaberupa perkembangan seluruhmakhluk hidup melalui proses
alam yang lambat
d.      Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
e.       Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, sertamenegaskan rasa tidak puasmasyarakat dan keinginankeinginanyang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.
Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan
Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979yang berhasilmenjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter danmengubah sistempemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islamdengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya

2)      Perubahan Kecil dan Perubahan BesarPerubahan kecil adalah perubahan yang terjadi padaunsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruhlangsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat.
Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambutatau perubahan mode pakaian.Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yangterjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawapengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat.
Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan pendudukdan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.
3)      Perubahan yang Dikehendaki atauDirencanakan dan Perubahan yang TidakDikehendaki atauTidak DirencanakanPerubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakanperubahan yang telah diperkirakan atau direncanakanterlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendakmelakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebutdinamakan agent ofchange, yaitu seseorang atausekelompok orang yang mendapat kepercayaanmasyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembagalembagakemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah
suatu sistem sosial.Contoh perubahan yang dikehendaki adalahpelaksanaan pembangunan atau perubahan tatananpemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahanOrde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi.
Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidakdirencanakan merupakan perubahan yang terjadi di luarjangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkantimbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan
Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakanadalah munculnya berbagaiperistiwa kerusuhan menjelang masaperalihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatananOrde Baru ke Orde Reformasi
4)       Sebab-Sebab Perubahan Sosial BudayaPerubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadikarena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat. Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat(Sebab Intern)
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber daridalam masyarakat (sebab in
i
1)      Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
2)      Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang dimasyarakat, baik penemuan yangbersifat baru (discovery)ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan daribentuk penemuan lama (invention).
3)      Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalammasyarakat.
4)      Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampumenyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya,Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampumenggulingkanpemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistemdiktatorproletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkanperubahan yang mendasar,baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat(Sebab Ekstern)Perubahan sosial dankebudayaan juga dapat terjadi karenaadanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat(sebabekstern)
1.      Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
Adanya pengaruh bencana alam. Kondisiini terkadang memaksa masyarakat suatudaerah untuk mengungsi meninggalkantanah kelahirannya. Apabila masyarakattersebut mendiami tempat tinggal yangbaru, maka mereka harus menyesuaikan diridengan keadaan alam danlingkungan yangbaru tersebut. Hal ini kemungkinan besarjuga dapat memengaruhi perubahan pada
struktur dan pola kelembagaannya
2.      Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perangantarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yangmenang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
3.      Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunyadua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan.Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan,maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatukebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity.Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi darikebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambatlaun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.
Faktor Pendorong dan Penghambat
B
Perubahan Sosial Budaya
Faktor-Faktor Pendorong Perubahan
a.       Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain
Kontak dengan kebudayaan lain dapatmenyebabkan manusia saling berinteraksi danmampu menghimpun penemuan-penemuan baruyang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan barutersebutdapat berasal dari kebudayaan asing ataumerupakan perpaduan antara budaya asing denganbudaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorongpertumbuhan suatu kebudayaan danmemperkaya kebudayaan yang ada.
b.      Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia,terutama membuka pikiran dan membiasakan berpola pikir ilmiah,rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusiauntuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhiperkembangan zaman atau tidak.
c.       Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorongseseorang untuk berkarya lebihbaik lagi, sehingga masyarakat akansemakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.
d.      Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum ataumerupakan tindak pidana, dapatmerupakan cikal bakal terjadinyaperubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat
diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
e.       Sistem Terbuka Masyarakat (Open Stratification)
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atauhorizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakattidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungandengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada paraindividu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
f.       Heterogenitas Penduduk
Di dalam masyarakat heterogen yangmempunyai latar belakang budaya, ras, danideologi yang berbeda akan mudah terjadipertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangansosial. Keadaan demikianmerupakan pendorong terjadinya perubahanperubahanbaru dalam masyarakat dalam
upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.
g.      Orientasi ke Masa Depan
Pemikiran yang selalu berorientasi kemasa depan akan membuat masyarakat selaluberpikir majudan mendorong terciptanyapenemuan-penemuan baru yang disesuaikan denganperkembangandan tuntutan zaman.
h.      Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang
Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakatdapat menimbulkan reaksiberupa perlawanan, pertentangan, dangerakan revolusi untuk mengubahnya.
i.        Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya
Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi
kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.


Faktor-Faktor Penghambat Perubahan
a.       Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidakmengetahui
 perkembanganperkembangan yang telah terjadi. Halini menyebabkan pola-pola pemikiran dankehidupan masyarakatmenjadi statis.
b.      Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yangterasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapimungkin juga karena masyarakat itu lama berada
di bawah pengaruh
masyarakat lain (terjajah)
.
c.       Sikap Masyarakat yang Masih Sangat
TradisionalSikap yang mengagung-agungkan tradisidan masa lampau dapat membuat terlena dan sulitmenerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebihparah lagi jika masyarakat yang
bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).
d.      Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada
Integritas Kebudayaan
Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidaksempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akanmenggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaanyang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindaririsiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan ataukebudayaan yang telah ada.
e.       Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam
dengan Kuat (Vested Interest)
Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan
menghambat terjadinya perubahan.Golongan masyarakat yangmempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnyaproses perubahan.
f.       Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka
Terhadap Hal Baru (Asing)
Sikap yang demikian banyak dijumpai dalammasyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain,misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigaisemua hal yang berasal dari Barat karena belum bisamelupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan,sehingga mereka cenderung menutup diri daripengaruh-pengaruh asing.
g.      Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah,biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologimasyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
h.      Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar
Adat atau kebiasaan merupakan pola-polaperilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dankebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadapperkembangan dan perubahan kebudayaan.
Misalnya, memotong padi dengan mesin dapatmempercepat proses pemanenan, namun karena adatdan kebiasaan masyarakat masih banyak yangmenggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin
pemotong padi tidak akan digunakan.
i.        Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya
Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki
Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis.

Masyaraka tcenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatukehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacamini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia.Perilaku Masyarakat sebagai Akibat AdanyaPerubahan Sosial BudayaPerubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, carapandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan didepan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada halhalpositif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal initentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatny.
Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.

1.      Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai denganperkembangan zaman.
2.      Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah danrasional.
3.      Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantuaktivitas manusia.
4.      Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebihmodern dan ideal.

Sikap Kritis terhadap Pengaruh PerubahanSosial dan Budaya
Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkansuatu bentuk, pola, dan kondisikehidupan masyarakat yang baru.Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadapdampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengahmasyarakat. Sikap apriori yang berlebihan tentusaja tidak perlu kalian kedepankan, mengingatsikap tersebut
merupakan salah satu penyebabterhambatnya proses perubahan sosial budaya yangberujung pada terhambatnya proses perkembanganmasyarakat dan modernisasi.Demikian juga dengan sikapmenerima setiapperubahan tanpa terkecuali. Sikap tersebutcenderung akan membuat kita meniru (imitasi)terhadap setiap perubahan sosial budaya yangterjadi, meskipun perubahan tersebut mengarahpada perubahan yang bersifat negatif. Kaliandiharapkan mampu memiliki danmengembangkan sikap kritisterhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat.Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terimauntuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita, sebaliknyaperubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dankita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita.Dalampelaksanaannya, kalian harus mampu mengikutiperkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan danteknologi yang semakin berkembang. Namun di sisi lain, nilai-nilai
dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalianjaga dan lestarikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar